16 February 2016

Pintu Otomatis

Beberapa hari yang lalu saya pulang naik kereta eksekutif dari Bandung ke Jakarta. Di sepanjang perjalanan ada hal yang cukup menarik perhatian. Saat itu saya duduk di seat 2C yang mana posisinya adalah dekat dengan pintu antar gerbong dan di sebelah koridor kereta. Beberapa menit kereta berjalan, beberapa pramusaji sudah keluar masuk pintu antar gerbong dan berjalan sepanjang koridor untuk menawarkan makanan, minuman, dan kudapan yangdapat dibeli. Beberapa jam berlalu, Masinis dan petugas kereta api kembali memasuki pintu untuk melakukan pemeriksaan tiket penumpang. Sesekali para OTC (On Trip Cleaning) berjalan dari arah yang berlawanan, keluar dari pintu menuju gerbong sebelah. Para penumpang kereta api juga perlu melewati pintu tersebut untuk menuju ke toilet dan ke gerbong restoran di sebelah gerbong saya. Beberapa penumpang dapat melakukannya dengan mudah dan beberapa yang lain tidak. Loh kenapa ? Dari yang saya sebutkan diawal kok semua orang tidak mengalami kesulitan melakukannya ? Hal itulah yang saya katakan menarik. 

Di pintu tersebut terdapat tulisan :

BUKA TEKAN TOMBOL
TUTUP OTOMATIS

Beberapa centimeter di bawahnya diperjelas dengan sticker berlatar belakang berwarna merah dan tulisan berwarna kuning yang bertuliskan :

BUKA PINTU TEKAN TOMBOL
TUTUP SECARA OTOMATIS

Beberapa orang yang saya katakan kesulitan untuk melewati pintu tersebut dengan bersikeras entah dengan cara menarik pinggir pintu ke samping agar bergeser atau mendorong pintu ke sisi berlawanan berharap agar pintu dapat terbuka. Beberapa ada juga yang mengetuk ke kaca yang terdapat di pintu tersebut berharap ada orang di sisi gerbang berikutnya yang melihat atau mendengar kemudian membukakan pintu nya. Ada juga yang berhasil membuka kemudian kembali menekan tombol berkali-kali agar pintu nya tertutup. Ada juga yang sebelumnya kesulitan dan kemudian diberi tahu oleh petugas kereta api bahwa cara membukanya dengan tekan tombol, beberapa jam kemudian saat ia akan ke toilet kembali mengalami kesulitan dalam membuka nya. Hal ini saya katakan menarik karena terjadi sangat berkali-kali, mungkin bisa lebih dari 10 kali dalam 1 perjalanan Bandung-Jakarta tersebut. Bapak yang duduk di seberang saya di seat 2B pun seperti gemas melihat hal tersebut "hhhhhhh...." gumamnya setiap ada yang kesulitan dalam membuka pintu.

Mungkin penumpang-penumpang tersebut sangat kebelet pipis sampai tidak sempat membaca tulisan di kaca. Mungkin juga mereka tidak ngeh saat pramusaji, masinis, OTC keluar masuk pintu tersebut. Mungkin juga mereka sedang tertidur saat Mbak yang sebelumnya kesulitan dan mengetuk-ngetuk kaca pintu. Mungkin Mas nya lupa kalau sebelumnya petugas sudah memberi tahu cara membuka pintu tersebut. Mungkin juga sticker nya kurang besar dan eyecatching sampai tidak terbaca dan dibaca. Mungkin mereka terlalu fokus kepada bagaimana cara membuka pintu terebut sehingga tidak melihat ada tombol di sebelah pintu nya. Mungkin selama ini terbiasa naik kereta ekonomi atau bisnis atau eksekutif jenis lain ada juga sih yang cara membuka pintu nya perlu didorong sekuat tenaga karena berat. Atau mungkin juga Mbak dan Mas di seat 1 (Actually, dua dari 3 orang di baris seat 1 adalah bagian dari orang yang kesulitan buka pintu), bapak di seat 2 dan juga saya kurang informatif untuk memberi tahu setip akan ada yang melewati pintu tersebut.

Terlepas dari segala kemungkinan tersebut, ada beberapa hal yang bisa saya ambil dari si Pintu Otomatis tersebut. Saya berfikir bahwa kita (termasuk saya) manusia dalam keseharian kadang masih terlalu cuek untuk melihat apa yang ada di sekitar. Kadang merasa serba bisa untuk melakukan sesuatu tanpa membaca atau mempelajari petunjuk yang sebenarnya telah disediakan. Mungkin beberapa dengan alih-alih supaya lebih merasa tertantang. Disamping itu juga kadang kita terlalu fokus pada tujuan kita saja tanpa melihat sebenarnya apa yang kita hadapi. Bagus memang untuk fokus pada tujuan, tapi kalau tidak dengan persiapan atau mengerti betul tentang tujuan tersebut, how come ? Dan hal terakhir yang saya dapat, kadang kita (lagi-lagi termasuk saya) masih sulit untuk belajar dari kesalahan kita atau mengambil contoh dari orang lain. Mungkin masing-masing dari kita terlalu sibuk untuk memikirkan diri sendiri dan memikirkan yang akan terjadi depan tapi lupa untuk belajar dari kesalahan yang sebelumnya pernah dilakukan.


Penampakan si Pintu Otomatis
- Lingkaran Merah : Sticker Tulisan yang saya jelasin di atas
- Lingkaran Oranye : Sticker kuning dengan tulisan BUKA/OPEN terus ada balok panah ke tombol
- Lingkaran Ungu : Tombol untuk buka pintu
- Lingkaran Hijau : Seat 1 yang jaraknya lumayan deket dari pintu

Hmm antara cerita sama pelajaran yang bisa diambil nyambung ngga ya ? 
Gapapa deh Ancora Imparo :D

Adios!



8 February 2016

Bener sih

Jadi beberapa waktu yang lalu ada quiz gitu di web apa ya lupa. Terus hasil yang keluar pertama kali


Ini bener sih. Yoland orangnya se khawatiran, se engga enakan itu sama orang lain. Tapi mulai kapan ya lupa, jadi sadar kalo You can't never please everyone. Jadinya sekarang tresholdnya udah naik. Terus karena ga yakin sama hasilnya jadinya ikut lagi, dan keluar hasil yang beda : 




Terus ngerasanya kok bener banget krn lagi di fase super bingung banget mau jadi dokter yang gimana kedepannya. Masih semencari itu tentang kalo jadi ini gimana, kalo jadi itu gimana hmm kalo dari liqo kmrn if you in the need of decision making, better for you to level up your ruhiyah quality. iya sih bener, kalo hatinya lagi kotor dan belum cleansing kadang keputusan sama pikirannya jadi aneh. Dan masih dari liqo juga, kita emang se perlu itu mencoba ini itu mencari passion dan bersungguh-sungguh. Kalo kamu belum loncat dr kasur untuk melakukan sesuatu, berarti kamu belum sungguh-sungguh ngejalanin hal itu

Bener sih.... *Thinks hard

Gratitude Jar 2015


Di awal tahun 2015 kemarin, berbekal paparan posting semacam DIY di tumblr dan media lainnya, Yolanda jadi terinspirasi untuk bikin semacam Time capsule atau Jar of Hapiness dan sejenisnya. Nah supaya beda, Yoland jadinya memutuskan untuk bikin Gratitude Jar YEAAY! Konsepnya adalah semua momen yang bikin kamu bersyukur di setiap harinya di tulis di kertas dan dimasukkin ke Jar itu dan setiap momennya di simbolkan dengan uang Rp 2000,00 yang harus dimasukkan ke Jar sebelahnya. Ya gitu lah pokoknya bebasssh. Kepikirannya sebenernya udah lumayan lama, tp baru beneran dipikirin pas Desember akhir. Bahkan mulainya telat karena baru tanggal 5 beli Jar nya.

Ini Gratitude Jar 2015 di sudut meja belajar



Nah tadi malam, karena segala kesibukan dan sifat put off until tomorrow yang dimiliki yolanda, si Gratitude Jar 2015 itu baru dibuka dan di rekap. Hasilnya ? Senyum senyum sendiri dan jadi semacam bersyukur ulang (emang gaboleh berenti bersyukur sih sebenernya) sama apa yang udah di lewatin di tahun sebelumnya. Alhamdulillahi rabbil alamin:) Bukain gulungan kertas dan ngelurusinnya agak PR sedikit sih tapi gapapa kan harus bersyukur huehe Banyak banget momen momen yang kesannya sepele tapi tetep ditulis dan dimasukin Jar karena memang seharusnya setiap hari nya ada yang perlu kita syukuri. Terus kumpulan setiap kertasnya kaya ngebantu kita untuk flashback lagi mengingatkan ke kejadian yang berharga, nama orang-orang yang bikin bersyukur, penguji di ujian stase yang udah di lewatin, experience, liburan dan lain-lain pokoknya banyaaak dari yang ga penting-penting banget sampe yang penting juga.

Hasil rekapan nya kalo ibarat aplikasi sosmed Path :

Hi Yolanda! You've shared 134 moments in 2015

Paling banyak di bulan Januari dengan 23 moments ya karena masih awal awal bikin jadinya masih semangat

Hasil meluruskan gulungan-gulungan dan di kelompokin per bulan
Momen Penting/Berharga/Jarang/Perlu Diingat
  • 02/01 Insisi lancar alhamdulillah
  • 05/01 Jar ini dibeli di ACE
  • 09-12/01 Jogja trip w/ Astika, Asya, Arani, Nabil, Ressa <3
  • 27/01 Letter of Submission Althea syarat koass keluar :’)
  • 29/01 Janji Dokter Muda :') Bismillahirrahmanirrahim
  • 30/01 Malam Wisuda Statera
  • 01/02 Foto batchbook yang sampe sekarang belum jadi batchbook nya
  • 04/02 Wisuda Yolanda Dwi Oktaviyani S.Ked Alhamdulillah akhirnya
  • 20/03 Hp Yoland ilang ketinggalan di stasiun
  •  22/03 Diem diem dibeliin Hp baru sama Ibu sama Mbot
  • 12/04 Mr.X
  • 16/04 Mr.X part 2
  •  21/04 Jaga IGD dengan pasien erythroderma yang tak terlupakan
  • 30/04 Ambil Hp yang ketinggalan di Pak Muksin petugas masjid stasiun super baik hati
  • 04/05 Pertama kali gamasuk koass : Corneal Ulcer OD e.c chronic blepharitis e.c meibomian gland obstruction
  • 25/05 Corneal scrapping astaghfirullah
  • 04/06 Ulkusnya dinyatakan sudah tertutup sempurna alhamdulillah!
  • 21/07 Tidung! w/ Astika, Lala, Ressa
  • 15-17/08 Supercamp @ Cipatujah. Yeaay!
  • 25/10 Arani & Faris Wedding Day (UNO 2nd)
  • 20/12 The Iva & Shakti Wedding day (UNO 3rd)


First Time Moment 2015
  • 16/01 First Time pulang ke Jakarta naik travel (cipaganti)
  • 19/01 First Time balik bandung naik travel (daytrans)
  • 29/01 First Time ke Pasar GedeBage
  • 02/02 First day jadi Dek Koass di RSHS eh engga deng Dokter Muda B)
  • 22/02 Pertama kali naik kereta dari  Jakarta ke Bandung
  • 25/02 First time jaga selama jadi peserta PSPD, first time naik OK, 2 tracheostomy
  • 14/03 First Attemp on doing EKG Exam ke pasien THT di Kana, meskipun sebelumnya pake drama dulu sama residen IPD
  •  24/07 First Day having Galaxy Tab A
  • 25/07 Using Diaro app & silaturahmi keluarga jauh di bandung (ternyata punya)
  • 08/08 UNO 1st. Kerin & Kak Ghazi Wedding Day
  • 24/09 Idul adha edisi rantaupertama kali sholat ied ga bareng keluarga
  • 06/10 Did CPR to real critical patient on RR & unfortunately couldn't be saved :"(
  • 09/10 Ngelakuin Intubasi pertama kali
  • 10/10 Watched Sectio Caesarian procedure for the very first time and was amazed
  •  24/11 Perseptor obgyn ngebatalin perseptoran pertama kali nya haha gapenting

Karena menurutku ini bermakna jadinya niatnya mau dilanjut bikin buat yang tahun 2016 tapi kayanya start dan berakhirnya di bulan Februari karena Bulan Januarinya skip. Evaluasi dari yang sebelumnya juga paling konsistensi nulis setiap harinya masih kurang sih makanya bahkan ada yang sebulan cuma ada 5 moments karena banyak skip padahal kalo diinget di bulan itu lumayan banyak precious moment gitu. Sama harus lebih disiplin juga isi Jar uang nya. Terus juga semoga 2016 lebih banyak momen berharga, momen bersyukur, momen prestatif, momen momen lainnya. Be better You, Aamiin

Bismillahirrahmanirrahim :)


7 February 2016

Hello

Hello ? It's Me~

Huehe finally came back to this blogspot after a while,ga deng, after about around 2 years. Where have you been ? Actually nowhere. After wandering around, tumblr-ing, reread some old writings, visit old friends blogs, contemplating (not really) and so on, today i decided to write again~ on this blogspot yeaay. 

I found that so less or maybe none (?) knowing this blog, so i feel more comfortable to write anything. I just want to keep writing again, no matter what, please kindly say Aameen ? Aameen~

Let's Go!

23 December 2012

Another late post : Always


“There is  always something to be grateful for”

Pagi . 18 Maret 2012 : Agenda Utama  à Medical check up diklat Volunteer Doctors

Sebagai manusia biasa yang tidak bisa memprediksi apa yang terjadi di masa berikutnya, saya hanya datang berniat untuk mengikuti agenda medical check up sebagai salah satu syarat diklat kemudian pulang, selesai. Saya tidak mengira hari itu saya akan mendapatkan pengalaman yang luar biasa. Medical check up Vol-D emang se-luar biasa apa  ? -_- . No, bukan medical check up bukanlah pengalaman luar biasa yang saya maksud, medcheck tergolong pengalaman yang biasa saja.
Hari itu, setelah agenda utama tadi selesai, ternyata di akhir hari itu kang Dani selaku ketua Vol-D menawarkan agenda tambahan untuk peserta diklat baru, Gelombang 5.

Siang . 18 Maret 2012 : Agenda baru tambahan à Balai Pengobatan dan kunjungan ke Rumah Belajar Ciroyom

Ya itulah agenda yang ditawarkan. Hanya beberapa orang yang bisa ikut agenda tersebut dengan syarat pemilihan adalah yang lebih dulu tunjuk tangan. Dengan niat jahat yang membawa kebaikan, saya, Astika, Kerin, Nabil dan Intan memutuskan untuk baris paling depan supaya terlihat saat menunjuk tangan. Dan voila ! kami terpilih bersama beberapa teman dari kebidanan juga
Kami pergi ke Rumbel Ciroyom dengan naik Damri dan angkot.
Sesampainya di PD Pasar Ciroyom, kami disambut dengan bau amis dari entah sampah bekas pasar atau memang ada penjual ikan di dalam pasar itu. Pikiran absurd mulai muncul. Dengan menahan nafas dan mengabaikan bau tadi kami melanjutkan langkah masuk ke dalam pasar. Jalan yang ditunjukkan adalah jalanan mobil ke areh parking area di atas pasar. Pikiran absurd lain pun datang. Dengan kembali mengabaikan akhirnya kami naik sampai atas dan disuguhi dengan area parkir yang luas dengan sebuah bangunan masjid di salah satu sisi.
Pikiran-pikiran absurd tadi hilang seketika saya ingat deskripsi kang Dani tentang agenda baru yang akan kita lakukan. “Rumbel Ciroyom adalah rumah belajar yang didalamnya berisi anak-anak jalanan. Kalian jangan takut atau bingung sesampainya disana”
Akhirnya kami masuk ke dalam masjid tersebut dan menemui anggota Vol-D yang lain yang sudah terlebih dahulu datang. Asya pimpro hari itu menyambut kami dan kemudian memberi arahan apa yang harus dilakukan. Saya kebagian menjadi Asisten Operator (Asop) untuk teh Nanash.
Datanglah saya menghampiri teh Nanash yang sedang memeriksa seorang anak, Surya namanya. Melihat beberapa kondisi Surya saat itu saya yaang belum bisa apa-apa hanya mendengarkan dan memperhatikan apa yang teh nanash lakukan. Belum lama saya duduk di samping teh nanash sebagai asop, saat pasien yang lain setelah surya datang, saya di instruksikan untuk menganamnesis. “Sok kamu tanya-tanya aja dulu”. Dalam hati saya “teh saya masih tahun satu belum bisa apa-apa teh”. Dengan tetap diyakinkan untuk menganamnesis, jadilah itu pengalaman pertama anamnesis diluar Skill’s lab. Beruntungnya, yang dianamnesis anak-anak :3
Begitu seterusnya sampai nomer antrian habis dengan beberapa kali saya juga mengukur tekanan darah/tensi. Saya juga sempat menjadi asisten pencucian alat di pemeriksaan gigi.
Yang pada awalnya takut dan was-was, lama kelamaan hilang berganti menjadi terharu, senang dan campur aduk lainnya. Dengan bersahabatnya teman-teman di rumbel ciroyom berinteraksi dengan kami. Bercanda, bercerita dan bernyanyi bersama.
Pengalaman ini yang saya sebut luar biasa di awal tadi. Saya bisa berinteraksi dengan anak-anak jalanan yang mungkin hidupnya lebih keras. Yang sehari-harinya harus bekerja untuk bisa menghidupi diri mereka sendiri. Mereka masih terbilang kecil tapi kuat untuk hidup sekeras itu. Mereka mungkin pernah atau sering merasa terbebani hingga memerlukan sekaleng lem untuk dihisap sehingga bisa menghilangkan segala beban hidup itu. Jujur sebelumnya saya juga cenderung memandang anak jalanan sebelah mata dengan segala judgement yang entah muncul dari mana. Setelah ini saya sadar, itu pasti bukan pilihan mereka untuk dilahirkan menjadi anak jalanan dengan segala hal yang mungkin kurang baik yang mereka lakukan..
Hal lain yang luar biasa dari mereka adalah mereka berkeinginan untuk hidup yang lebih baik dengan segala keterbatasan yang ada. Mereka mau diajak belajar bersama-sama di Rumbel. Mau untuk diajarkan hidup sehat, sholat, dll.
Terkadang kita, atau mungkin saya, baru dengan satu hal kecil yang tidak sesuai keinginan saja sudah mengeluh luar biasa. Dengan hal-hal sederhana yang tersedia, masih menginkan hal yang lebih.
Dengan pengalaman hari ini saya disadarkan. Bahwa sebenarnya selalu ada sesuatu yang membuat kita bersyukur pada Allah. Bahkan di hal terburuk yang kita alami pun, pasti ada makna yang ada di dalamnya.
Untuk hari ini saya bersyukur untuk pengalaman ini dan banyak hal yang mungkin lupa untuk disyukuri sebelumnya.

Now let’s meet some of those great people


  • Ari . This super boy slaps me in my face. Saat kita semua semangat minta dia nyanyi di dlm masjid, dia kekeuh gamau dan bilang. “Jangan di dalem atuh teh, ini musholla, di luar aja hayuk”. Subhanallah :” . Pas dianamnesis dia juga cerita banyak tentang jendral-jendral


  • Nur Kecil. Baik lho Nur nunjukkin kamar mandi sampe dianterin pas ada yang nanya kamar mandi dimana. Nur yang pojok kanan.
  • Caca. Yang pake topi kebalik. Do you believe that she’s a girl ? Iya caca cantik tapi ganteng. Agak penasaran kenapa dia gamau banget jadi perempuan, makanya berdandan persis laki-laki. Look at her smile, you see her real beauty, right ?
  • Iqbal. Iqbal sopan dan lucu. Begitu dia masuk masjid semua orang dia salamin. Dan semua nama temennya diganti jadi Egi entah kenapa. Iqbal yang rambutnya gaul pake baju biru
  • Yudi/emen/ si chococip. Sedih campur seneng liat yudi sebenernya. Diantara temen yang lain dia yang paling susah lepas dari lem nya. Tapi dia punya semangat yang besar juga, apalagi kalo disuruh nyanyi meskipun gapernah sampe selesai dan setengah sadar. He’s the one who stand up first if someone ask “siapa yang mau nyanyi sekarang"
  • Ade. Ini lucu banget deh genit. Pas periksa gigi yang ditanya malah “obat jerawat apa ya teh ?”, “teteh pake eyeliner ga ?”, “aku mau pake behel deh”
  •  Iwan. Coba cari anak dengan senyum tertulus didunia. Awalnya takut mau periksa gigi eh setelahnya malah balik lagi.

  • Galang (Elang). Galang polos pisan dan suka ngeledek. Curiousity nya tinggi, suka nanya-nanya pas kakinya diobatin. Nama aslinya bukan elang, nama itu dikasih karena dia suka main layangan. Anak ditengah-tengah dengan rambut pirang kaos merah pake topeng.


  •      Dini. Si cantik ini friendly. Baik banget juga. Pas deket saya, dia minta telapak terus sok-sok ngeramal. Anaknya jujur dan pas ditanya “umurnya berapa ?” “Nine! :D” Dini yang dipangku pegang lolipop.


  •  Nur Besar. Teteh paling gede yang pake baju kuning. Super baik sama semua orang. Pas mau pulang dia persembahin lagu. “Aku nyanyi, teteh-teteh semua dengerin ya”
  •  Awang : Yang gakalah cantik. Si baju kuning mirip Afika di sebelah kanan yang dipangku.

  •  Ama. Si kecil cantik kaya afika. Iri ngeliat yanti gendong Ama kemana-mana sampe ama tidur
Dan masih banyak sebenernya anak-anaknya, tapi belum kenal sama beberapa. Malu sebenernya melihat mereka yang masih bisa senyum lebar dan tulus terlepas dari beratnya hidup yang mereka harus jalanin. Mereka masih bisa senyum mungkin karena mereka bisa saja lebih mengerti tentang bersyukur daripada kita.
Asya the pimpro with emen the chocochip

“There is always something to be grateful for”
By the way, kalau dipikir pikir berarti ledekkan untuk orang jawa yang katanya disaat kena musibah misalnya akerampokan akan bilang “Masih untung cuma kerampokan, masih untung masih hidup, masih untung cuma tv yang diambil, masih untung rumah tetangga engga, masih untung......” berarti ada nilai positif nya juga ya ?


11 December 2012

Tergagal move on 2012


I posted pictures above before MO XXI on my tumblr
Will tell more about it later :')

9 December 2012

December 9th


Pagi!!
Dibangunkan oleh suara yang mengetuk pintu diluar sana entah siapa, dengan setengah sadar melihat jam yang ternyata oh ternyata sudah menunjukkan pukul 05.35. Maaf untuk siapapun itu yang karena kondisi setengah sadar saat itu,  saya jadi tidak membuka pintu dan sibuk dengan pikiran sendiri memikirkan “what should i do now?” maaf dan terimakasih banyak telah membangunkan. You’re such an angel. Terimakasih Allah

Setelah berhasil merubah brain wave dari deep sleep ke conscious akhirnya saya sadar bahwa jam pukul 5.35 itu sudah tergolong terlambat jika dibandingkan dengan janji berkumpul berangkat pukul 5.30. Id saya mengatakan bahwa pasti teman yang lain juga akan telat, bersamaan juga ego saya naik untuk kembali tidur sekian menit baru kemudian mandi, tapi apadaya superego saya berhasil menanamkan nilai-nilai bahwa jika kita terbiasa tidak on time itu akan merugikan baik diri sendiri maupun orang lain. Akhirnya bergegas mandi dan rapih rapih. Thankyou superego!!

7 August 2012

SOTR dan Pengobatan Jalanan with #fimramadhan



Assalamualaikum penonton
Ini adalah late post. Seharusnya dipost sebelum yang August 4th itu. Tapi ya apadaya blog ini emang kebanyakan late post ya kakaknyah
Oke mulai

July 27th-28th kmrn Volunteer doctors diundang dan dipercaya oleh FIM (Forum Indonesia Muda) sebagai motor dari beberapa rangkaian kegiatan #fimramadhan antara lain Pengobatan jalanan yang dilakukan bersamaan sama SOTR dan Balai Pengobatan di kampung bongkaran yang ceritanya udah ada di post sebelumnya.

Jadi wacananya yang mau ikut dari calon gelombang 5 orang itu ada 5 orang, tapi ternyata oh ternyata karena satu dan lain hal akhirnya yang ikut 3 orang. Wacana nya juga dari gelombang atas mau ada 4 orang, dan akhirnya juga terkikis jadi cuma 2 orang. Aha! lumayan bikin agak waswas dengan jumlah orang yang sedikit


Nah kemudian dengan bermodal mobil beserta bensin dan skill driving andre, saya dan dini berhasil nebeng di tempat kumpul yaitu Baltos. Setelah sampe terus sholat terus makan terus ngobrol terus ngobrol dan ngobrol lagi akhirnya kang danfer dateng terus kits ngobrol kemudian disusuk teh nanas dateng abis itu kita ngobrol lagi, ngobrol dan finally kita berangkat ke tempat tujuan yaitu tempat kumpul fim sebagai startpoint sotr di oraytapa (fyi : oray di bahasa sunda artinya ular, dan tapa artinya bertapa, horror ga bro?). Engga horror sih.... Tapitapi cukup seperti ular yang melingkar-lingkar dan entah seperti ngga berujung di puncak atas jauuuuuuh bangeudh paje udh hahaha berlebihan ya?  Alhamdulillah matanya andre bagus jadinya ga salah belok, soalnya jujur urang sepanjang jalan bisa lebih dari 5 kali salah ngeliat jalan dikirainnya belokan. Taraaaa akhirnya sampe. Dan begitu turun, kalo kata teh nanas nih ya "emmm" because the thing that we feel soon after we open the door is the smell of the mbee. Iya the place emang tempat peternakan gitu kata kang danfer.

Masuk ke basecamp kita langsung disuruh makan, kenalan sama anak fim, ngobrol dan sholat. Nah ngga lama setelah yang lain nambah dateng beserta bahan makanan yang mau diolah untuk makan sahurnya, terus tetehtetehnya langsung pada hectic masak. Kami ciwiciwi utusan vol-d membantu sebisanya yang ga terlibat sama citarasa, antara lain : ngelipet kardus, stapless, dan motong kacang panjang. Begitu masuk tahap pengolahan kita dipersilahkan tidur (punten pisan ya teteh teteh).

Setelah tidur sekitar 60 menit kita bangun, keluar pintu dan melihat ternyata tetehtetehnya masih hectic broo. Masakannya blm beres ternyata. Whattasronggirltheyare. Semakin merasa bersalah karena ninggal tidur akhirnya kita join hectic dengan nyusun kardus, masuk-masukin, nutup, numpuk, ngiket, dkk. Feel like catering man. Tapi seru banget seru lucu banget soalnya selama hectic itu.
Ohiya sebelum tidur kita briefing juga sama kang syauqi selaku ketuplak #fimramadhan nya. Di api unggun lhoo. Dan bener kata kang danfer, bisa liat sebandung krn tempatnya tinggi pisun.

Meskipun td udah hectic juga ternyata tetep ga kekejar sesuai briefing yang dibilangin kalo maksimal turun ke bawah itu jam 2. Kita melewatinya daaan akhirnya bisa turun dan sampe ke jalan raya itu jam setengah 4 an.


Jadi alur yang dibilangin kang kamil selaku pj sotr adalah : 
Gedung merdeka - masjid agung - gedung asia afrika 
Kalo gasalah gitu, maaf late post jadinya banyak lupa :(


Dan sesampenya di checkpoint pertama saya heran, sedih, gapercaya dan nelen ludah ternyata emang bener sepanjang itu banyak banget tunawisma nya. Hampir semua teras gedung ada kardus yang tergelar bersama penghuninya yang tidur meringkuk krn kedinginan. Saya aja pake jaket kedinginan apalagi mereka yaAllah. Iya benerbener sedereeeet itu mereka tinggal. Sedih liatnya. 

Disamping sedih juga ga berenti bersyukur yaAllah terimakasih diberi nikmat yang lebih dan mohon ampun kalo selama ini masih kurang bersyukur dan kurang sering melihat dan mencoba membantu yang dibawah karena disibukkan melihatn lurus kedepan atau justru ke atas astagfirullahaladzim.

Dan akhirnya turun ngasih beberapa makanan dan transfer makanan ke mobil lain untuk dibagiin di checkpoint selanjutnya. Sambil tementemen fim ngebagiin yang vol-d menjalankan amanahnya untuk ngelakuin pengobatan jalanan. Di seberang, dibagian trotoar udah ada akang dr k-ped (kampus peduli) yang udah gelar tiker dan beberapa obat. Kita ngelakuin pengobatan jalanannya disana. This is my very first experience, pengobatan yang beneran dijalanan.

Pasiennya, ga seperti yang dibayangkan dan diceritain, ternyata mereka ramah ramaaaahhh ga boong. Kalo yang ke saya kebanyakan itu kasusnya hipertensi. Terus ada juga namanya postural hipotensi kalo kata kang danfer itu keadaan yang ga pengaruh sm BP tp ngaruh sm posisi badan. Jadi misalkan dia kalo duduk ke bangun itu gliyengan. Tapi kalo kasus yang di dini andre atau teh nanas itu ada yang suspect tbc kalo gasalah, terus ada juga yang katanya ibu hamil 2 bulan dan lg sindroma dispespsia. Si ibu itu katanya bisa makan satunnasi bungus dalam lima kali makan. Entah karena gamau makan atau karena hemat. YaAllah ngerasa tersindir banget sama saya yang disuruh makan juga kadang susah banget.
Ohiya di bp ini juga lumayan kena semprot nih gabisa nulis reseo ehe ehe biasanya baca soalnya

Kita pengobaan cuma sebentaaaar bgt, gasampe satu jam terus udah disuruh makan sahur karena takut adzan. Dan bener aja sekian menit terus adzan dalam keadaan seret giduu haha tapi alhamdulillah seharian itu malah saya ga ngerasa laper kho. Pertolongan Allah begitu dekat O:-)

Terus beres pengobatan kita semua caw ke masjid agung buat sholat subuh dan eval sebelum pulang misah misah sama fim. Dadah fim terimakasih kesempatannya.

Pas di eval itu intinya segala sesuatu hal butuh perencanaan yang matang dan bukan hal yang gampang untuk ngelakuinnya. Misal kita dalam suatu kegiatan ternyata ada sedikit masalah teknis misalnya kalo bisa jangan langsung mencak mencak nyalahin. Harus apresiasi juga sama usaha mereka.

Terus semangat untuk melakukan hal baik ternyata juga bisa menggerakan hati orang sekitar untuk bersemangat dan melakukan hal yang baik, juga.

Udah deh pulang. Sebelum ke nangor ke salman dulu ngedrop kang danfer daaan sempet ternyata eval lagi ditanya apa yang udah di dapet selama acara. Dan kena lagi masalah resep resepan. Abis itu drop teh nanas di deket rshs daaan setelah itu meluncur to infinity and beyond ke nangor. Di perjalanan terakhir menuju nangor,maafsebesar-besarnya kepada andre karena dua penebengnya tepar sampe setelah gerbang tol cileunyi. Maaf untuk menjadi penumpang yang ga sopan he he ^^v berasa nyetirin manusia manusia pingsan

Daaaan sampailah di kosan terus hibernasi beneran hibernasi sampe dzuhur cobaa, abis itu rapihin baju.

Sekian dan wassalamualaikum penonton

"Ketika 2 organisasi beda kerja bareng tapi udah bisa kerja enak kaya keluarga"- Quro

3 July 2012

Burlian [Part II]


....”Kau tahu Burlian ? Dialah yang mengalahkan raja-raja hebat dunia. Menggerus gunung menjadi rata. Membuat daratan menjadi lautan. Dialah sang waktu.”

Aku menatap Wak Yati tidak mengerti satu potong pun kalimatnya.
Wak Yati berbaik hati menjelaskan : “Schat, tidak peduli seberapa berkuasa seorang raja, seberapa luas kerajaannya, waktu tetap akan membunuhnya. Tentu saja tidak dalam artian harfiah dibunuh langsung. Lihatlah, Majapahit, Sriwijaya, Samudera Pasai, kau pasti pernah belajar soal kerajaan itu di sekolahan, bukan ?"

“Juga jutaan tahun umur dunia berlalu, banyak gunung-gunung tinggi yang berubah jadi rata, entah karena itu meletus atau sebab alamiah lain. Jutaan tahun terlewati, juga banyak daratn yang perlahan berubah jadi lautan dan sebaliknya lautan berubah kembal menjadi daratan. Sang waktulah yang menjadi saksi semua proses itu. Sang waktu yang tidak pernah tua, berhenti atau berubah. Nooit verloren..tidak pernah kalah dari apapun”
....
“Nah, sang waktu juga yang akan membuat kau mengerti, Burlian. Suatu saat kelak. Sepanjang kau senatiasa memeberikannya kesempatan untuk menjalankan perannya. Ah Bapak, Mamak kau benar. Kau memang berbeda dibanding anak-anak kampung lain. Je bent speciaal. Kau selalu saja banyak bertanya-tanya.” Wak Yati tertawa renyah menatap raut wajah nyengirku, mengusap lembut rambutku.

Burlian (Serial anak-anak mamak ) oleh Tere-Liye

Burlian [Part 1]


“Sekolah itu seperti menanam pohon, Burlian, Pukat” Bapak tersenyum
Kami diam tidak berkomentar. Belum terlalu mengerti apa maksud Bapak.
......

“Bapak sengaja mengajak kalian, karena hari ini kita memang akan menanam pohon sengon. Ini kebun milik kalian, Burlian, Pukat. Dan besok lusa pohon-pohon sengin ini juga akan jadi milik kalian... Kalian lihat, Bapak sengaja tidak mengurus kebun ini lagi, membiarkan semak belukar tumbuh, karena duapuluh tahun lagi, di sela-sela semak belukar ini, akan tumbuh menjulang tinggi puluhan sengon raksasa. Dua puluh tahun lagi, saat kalian sudah besar, saat kalian mungkin tertarik membangun rumah di kampung kita, pohon-pohon ini siap dipergunakan”
Kami menatap Bapak terpesona, mulai mengerti.

“Begitu pula sekolah, Burlian, Pukat. Sama seperti menanam pohon...Pohon masa depan kalian. Semakin banyak ditana, semakin baik dipelihara, maka pohonnya akan semakin tinggi menjulang. Dia akan menentukan hasil apa yang akan kalian petik di masa depan, menentukan seberapa baik kalian akan menghadapi kehidupan. Kalian tidak mau seperti Bapak, bukan ? Tidak sekolah, tidak berpendidikan, tidak punya pohon raksasa yang dari pucuknya kalian bisa melihat betapa luas dunia. Menjadi seseorang yang bermanfaat untuk orang banyak. Kau akan memiliki kesempatan itu, Burlian, karena kau berbeda. Sejak lahir kau memang sudah spesial. Juga kau Pukat, karena kau anak yang pintar”
Bapak tersenyum, lembut menyentuh lengan kami. Aku dan Kak Pukat menelan ludah.

“Ayo tanam sebanyak yang kalian mau ! Kita tidak akan pulang sebelum seluruh kebun dipenuhi pohon sengon.” Bapak tertawa, menyerahkan dua pisau besar ke tangan kami 

Burlian (Serial anak-anak mamak) oleh Tere-Liye