![]() |
| Ini temen-temen deket pas SMA. Ini juga random pisan sih orang-orangnya engga semuanya sekelas selama 3 tahun SMA. |
23 February 2017
Catch uppp ❤
19 January 2017
Yolanda
Ceritanya lagi iseng random cari arti nama sendiri di internet. "Kenapa engga nanya bapak aja ?" Iya udah kok nanya dari dulu, tapi reason kenapa ngasih nama anaknya Yolanda agak lucu dan engga menjelaskan arti dari Yolanda itu sendiri. Hahaha tapi me 100% sure pasti ada doa yang terselip di dalamnya pas bapak kasih nama itu dengan reason itu. Ya kan ya pak ?? Pakkk? Iya ateuh masa engga #monolog
Selama ini setiap iseng cari arti nama Yolanda kalo lagi di toko buku, pasti ketemunya di kumpulan referensi nama anak kristiani yang artinya bunga ungu. Dari dulu bangettt, hampir di setiap cari arti nama sendiri selalu yang muncul itu, bunga ungu. Meskipun engga pernah ketemu arti filosofisnya yaa bunga ungu seenggaknya indah lah ya hahaha terus udah pasrah gapernah cari lagi.
Eeeeh di pencarian iseng internet kali ini ketemu arti yang lain dari Yolanda di web nama nama bayi yang saya sendiri aja baru tau
Yolanda dalam bahasa Indonesia, artinya Wanita yang murah hati.
Yolanda dalam bahasa Yunani, artinya (bentuk lain dari yalanda) bunga ungu.
Yolanda dalam bahasa Karakteristik, artinya Sangat berbakat. artistik, kreatif. memiliki kemampuan berbicara yang baik. mandiri, kritis terhadap diri dan orang lain. dapat diandalkan, bertanggung jawab. pengambil keputusan, berani, keras kepala..
Yolanda dalam bahasa Sejarah, artinya (latin & jerman) bantuk prancis lama dari yolande ; kadang-kadang identik dengan nama st. jolenta (d. 1928), putri raja hungary.
Yolanda dalam bahasa Latin, artinya Violet .
Source : Namamia
Terlepas dari valid engga nya source tersebut dalam mencantumkan arti nama nama, Aamiin ya yang baik baik bisa ada di Yolanda yang ini.
Mungkin bapak sebenernya udah tau kali ya arti nama-nama ini, cuma ceritanya biar misterius jadi yang dikasih tau alasan yang lucu nya hahaha gapapa pak yang penting doanya :)))
3 January 2017
Hujan

Baru banget selesai baca buku Hujan nya Tere Liye. Niat nya mah kalo setiap selesai baca buku mau bikin semacam ringkasan atau resensi nya tapi apadaya tangan tak sampai. Dulu kalo pelajaran Bahasa Indonesia tentang resensi atau sinopsis juga suka ngantuk ehe jadi aja isi nya kebanyakan kaya bukan ringkasan. Mau review tapi orangnya poor taste, range antara suka banget-suka aja-biasa-engga suka-engga suka banget nya ngeblur, nanti review nya jadi blunder. Jadinya yha quotes favorit aja
"Ada orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengam baik justru membawa kedamaian"
“Bagian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri. Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahya jatuh cinta.”
"Tetapi sesungguhnya, bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan"
Selain suka sama ceritanya, salah satu hal yang bikin semakin suka adalah karena keberadaan Esok dan happy ending :3
1 January 2017
Pameran MSF No Borders 2016
Halo! Lagi apa ? Mungkin beberapa udah tidur nyenyak, mungkin ada juga yang masih di jalan menuju rumah, bisa jadi ada yang masih asik nonton tv atau scroll media sosial yang ada di gadget nya masing-masing. Di waktu yang bersamaan di belahan dunia lain mungkin ada lho yang lagi jalan otw mau ngungsi atau evakuasi ke area yang lebih aman pasca perang, mungkin juga ada yang lagi pilah-pilah cari benda yang masih bisa dipakai di antara puing bekas rumahnya yang hancur, atau bahkan ada yang masih wandering anggota keluarganya yang lain masih hidup apangga.
Jadi ceritanya hari ini (16/12/16), saya dateng ke acara pameran yang di adain sama MSF dengan tema "No Borders" di Grand Indonesia. Sebelumnya mau ngasih tau dulu kalo MSF itu kepanjangan dari Médecins Sans Frontières atau kalo bahasa inggris nya biasa disebut Doctors Without Borders atau kalo di indonesia-in Dokter Lintas Batas. MSF adalah sebuah organisasi independen kemanusiaan medis internasional yang kegiatannya adalah untuk memberi bantuan emergensi untuk orang-orang yang ada di area konflik, epidemik, bencana alam, dan kondisi kondisi yang sulit untuk layanan kesehatan. Kegiatan MSF mencakup perawatan kesehatan dasar, layanan kesehatan ibu dan anak, pembedahan, upaya menangani wabah, merehabilitasi dan mengelola rumah sakit dan klinik, vaksinasi massal, mengoperasikan pusat – pusat gizi, layanan kesehatan jiwa, serta memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan setempat. Dan MSF ini dalam menjalankan misinya engga memandang suku, agama, ras, gender maupun pandangan politik. Malaikat banget ngga sih ? :" Kalo mau tau lebih banyak tentang MSF bisa liat di sini.
Nah terus selain diadakan untuk memberi perjalanan visual tentang apa yang dialami sama pasien, tenaga medis dan masyarakat di berbagai belahan dunia (esp conflict zone), pameran ini juga menyuarakan bahwa perlindungan keselamatan untuk pekerja kemanusiaan di tengah konflik itu penting lho. Kenapa temanya "No Borders" ? Karana diharapkan acara ini bisa mengangkat semangat kemanusiaan yang engga memandang ras, agama, maupun politik, sama kaya prinsip kerja nya MSF
Nah terus selain diadakan untuk memberi perjalanan visual tentang apa yang dialami sama pasien, tenaga medis dan masyarakat di berbagai belahan dunia (esp conflict zone), pameran ini juga menyuarakan bahwa perlindungan keselamatan untuk pekerja kemanusiaan di tengah konflik itu penting lho. Kenapa temanya "No Borders" ? Karana diharapkan acara ini bisa mengangkat semangat kemanusiaan yang engga memandang ras, agama, maupun politik, sama kaya prinsip kerja nya MSF
Di acara ini ada banyak foto yang dipamerkan dari berbagai fotografer di penjuru dunia. Tema foto nya di bagi jadi 3 installation yaitu battling neglected disease, because tomorrow need her (layanan kesehatan perempuan sejak remaja, hamil dan melahirkan), dan krisis yang dialami pengungsi karena terjadi perang. Selain foto ada juga life jacket yang di pajang yang katanya itu ditemukan di perairan lepas yang dilalui sama pengungsi, contoh APD (alat perlindungan diri) yang harus dipake sama tenaga medis kalo terjun ke area wabah ebola dan ada satu bilik yang bisa untuk spot foto dengan tema #notatarget.
![]() |
| Ini board favorit di bagian battling neglected disease |
![]() |
| Kalo ini bagian favorit di bagian layanan kesehatan perempuan |
![]() |
| Ini juga masih di bagian layanan kesehatan perempuan. Quote ini diambil dari cerita seorang perempuan yang jadi korban kekerasan seksual saat masa perang |
![]() |
| Kalo ini yang di bagian pengungsi |
![]() |
| Ini juga masih krisis pengungsi |
![]() |
| Ini life jacket yang tadi dibilang di atas |
Kalo menurut saya pribadi, pameran pameran gini bisa menyentuh hati dan menimbulkan empati sih bagi yang ngeliat. Cukup ngebuka mata dan nyadarin kalo diluar sana banyak yang hidupnya itu engga se nyaman kita. Dan ada lho segelintir orang yang rela ninggalin keluarga nya untuk ikut bantu dan terjun merasakan ke-tidaknyaman-an tersebut, bikin jadi semacam restore faith in humanity orang banyak. Semoga para staff dari MSF ini dan organisasi relawan lain yang lagi dalam misi nya di berikan keselamatan, kesehatan, dan perlindungan oleh Allah SWT. Kan kalo bantu yang di bumi, insyaAllah akan di bantu sama yang di langit (Allah dan para malaikat).
Seperti yang ada di posternya, selain pameran foto, disini juga ada jadwal pemutaran film dan talkshow. Di hari yang saya berkesempatan dateng pas bgttt lagi ada talkshow yang tema nya bagusssh. Pas baca judulnya langsung gemes "Hospital Attacks in Conflict Zones : What Can We Do ?". Talkshow ini mendatangkan 3 pembicara yaitu dr.Maria Guevara dari MSF, Ibu Rina dari ICRC, dan dr.Lukman Hakim yang juga dari MSF. Sebagai awal pembuka talkshow, audience di suguhkan video dokumentasi dari MSF tentang penyerangan rumah sakit di daerah konflik
Medical Facilities are not a target
Dari data yang tercatat di WHO, di Suriah misalnya, 2016 ini udah ada 120 serangan di fasilitas kesehatan. Padahal udah ada loh persetujuannya via Konvensi Jenewa, dan kalo berdasarkan Hukum Humaniter Internasional, sesuai penjelasan Ibu Rina, fasilitas medis, staf dan pasien itu dilindungi. Kalo kata Ibu Joanne Liu (President, MSF International) dengan tegasnya di video di atas "Enough, Even War Has Rules"
Tapi yang disayangkan dari bincang-bincang ini adalah masih engga terlalu real sebenernya apa yang actually we (rakyat) can do tentang ini. Kalo MSF dan ICRC sendiri harapannya bisa mendorong pemerintah Indonesia untuk menunjukkan pengaruhnya dalam promosi penghormatan norma kemanusiaan internasional & terusmendukung kerja kemanusiaan. MSF dan ICRC juga menghimbau masyarakat Indonesia jadi lebih sadar dan terus mendukung upaya perlindungan pelayanan medis di wilayah konflik.
Semoga ya semoga semua menjadi lebih baik kedepannya. Semoga ya semoga suatu saat Yolanda,dr. bisa actually do something diranah 'itu'. Aamiin
Orang Baik
Di tengah tempat parkir motor, ada 2 manusia gelisah karena motornya tidak kunjung hidup. Sudah di starter, sudah di sela, sudah di sela sambil starter, starter sambil sela, tetap tidak bisa juga. Ternyata dari kejauhan ada orang yang mungkin tidak sengaja melihat dan peka menangkap sinyal gelisah si 2 orang ini kemudian datang menghampiri.
"Engga bisa ya mbak ? Coba sini sama saya"
"Iya kadang kaya gini mas, biasanya setelah di sela bisa"
"Iya sini mbak coba motornya saya cela hahaha" kayanya supaya kadar gelisah nya menurun jadi dia mengeluarkan bahan candaan
"Ini aki aman mbak?"
"Belum lama diganti kok mas kalo aki nya mah"
Si mas nya sambil terus coba sela sekuat tenaga sampai motor motor di sebelahnya ikut goyang-goyang. Akhirnya tetep di cobain lagi di pindah ke tempat yang lebih luas. Dicoba sampai 1000x sampai di miring-miringin motornya tetap tidak bisa. Dengan keilmuan motor dan kepekaan mas nya, dia ngerasa ini kayanya ada masalah yang lain.
"Mbak ini ada bensin nya apa engga ?"
Semua jadi tengok-tengokan satu sama lain, terus tengokan nya pindah ke stang motor bagian indikator bensin. Jarum nya nunjukkinnya masih ada kok tapi. Muka bingung, tapi tetep penasaran dan akhirnya buka tank bensin. Dan tadaa....kosong, kering.
Si 2 gelisah semakin gelisah dan bingung bisa beli bensin dimana deket tempat parkir itu. Si Mas nya dengan muka ketawa heran kenapa tank bensin bisa sekosong itu langsung merogoh kantong mengambil kunci motornya.
"Sebentar mbak sini saya beliin bensin nya dulu disitu deket"
Dengan muka super engga enak dan masih bingung akhirnya si 2 gelisah ini menitipkan uang ke mas nya untuk dibelikan bensin. Beberapa menit kemudian mas nya dateng bawa kantong bensin, menuangkan ke tank bensin dan mencoba menghidupkan motor lagi dan...bisa alhamdulillah.
Moral of the story nya adalah kalau mau pergi pastikan kondisi kendaraan anda prima. Meskipun indikator bensin bilang masih ada tapi mungkin dia lelah jadinya tank yang kosong juga dibilangnya masih ada.
Di luar masalah perbensinan, ternyata di tengah-tengah kota yang katanya penduduknya udah individualis dan ignorant ini, masih ada lho orang kaya mas ini. Di saat semua orang sibuk dengan gadget dan dunianya atau pura-pura tidur saat ada kondisi yang orang lain kesusahan, ini mas nya dengan peka melihat ada kondisi dimana bantuannya mungkin diperlukan. Di saat kadang ibu hamil dan lansia masih perlu menegur meminta diberikan tempat duduk di transjakarta atau commuter line, ini mas nya dengan ringan melangkah menawarkan bantuan tanpa diminta. Meluangkan waktunya, langkah nya, bensin motornya, tenaga nya untuk bantu si 2 gelisah yang ceroboh karena tidak menjalankan moral value yang pertama.
And what's best ? Sepanjang menolong si 2 gelisah ini, mas nya selalu senyum kaya engga merasa terbebani sedikitpun. Keliatannya kaya ringaaaan banget untuk menolong orang lain.
Tambahan : Mas nya ternyata adalah mas mas delivery Bakmi *M yang lagi nunggu kebagian tugas anter di parkiran. Pas mau bantuin beli bensin, mas nya sampe rela ngelepasin box delivery an dari motornya dulu.
Mau ah jadi orang baik, kaya mas nya
9 December 2016
Hati-Hati di Jalan Ya
Dulu kalo belajar greetings, ada banyak ucapan yang pas kita ucapan di momen tertentu. Salah satu momen yang ada banyak pilihan greetings nya itu momen perpisahan. Bisa bilang "Nice to meet you!" "See you later!" atau sekedar "Bye!", kalo dibahasa indonesia sehari-hari dari kecil banyak yang di ajarinnya bilang "Dadaaah!" atau di imbuhi "Hati-hati di jalan yaaa!" setelahnya. Karena sifatnya semacam kebiasaan yang dilakukan berulang-ulang, jadi kadang ya diucapkan nya begitu aja tanpa tersirat makna dari kata itu sendiri atau doa di dalamnya. Kaya pas bilang "See you later", do you really wish that you could see her/him again?, dan saat bilang "Hati-hati di jalan yaa!", kamu beneran khawatir dan berharap dia akan waspada dan baik baik saja sepanjang perjalanan ?
Ini sebenernya super random thought yang kepikiran segera setelah saya dan beberapa teman mengalami kejadian agak traumatis (dicegat dan diajak interaksi orang asing yang mungkin niat nya kurang baik, istilah sekarangnya apa itu, begal?). Jadi ceritanya kita turun dari mobil temen yang di tumpangi terus jalan kaki ke kosan yang jaraknya bisa dibilang sangat dekat dari tempat turun mobil itu. Seperti biasa, ending keluar mobil nya,
"Makasi yaaaa. Dadaaah"
"Iyaaa sama-sama, hati hati di jalan yaaa"
"Iyaaa"
dan setelah jalan kurang lebih sekitar 3 rumah, terjadilah si kejadian itu, dan alhamdulillah nya kita semua selamat.
Terus pas udahannya banget jadi mikir, selama ini saya kalo bilang "Hati-hati di jalan" ke orang cuma bilang aja apa beneran khawatir, berharap dia waspada dan menyisipkan doa berharap dia hati-hati di jalan apangga ya? Bisa aja salah satu penyebab akhirnya kita selamat karena orang yang tadi beneran 'mean it' pas bilang hati-hati di jalan ke kita. Kan, who knows ?
Mulai dari kejadian itu, setiap di perpisahan sama orang lain, saya bener-bener menyisipkan doa di "Hati-hati di jalan ya", berharap si orang itu dilindungi sepanjang perjalannnya dan sering ngerasa khawatir sampe si orang itu ngabarin kalo dia udah sampe di tujuannya.
Terus karena ini juga jadinya baru tau kalo islam ternyata punya pilihan kata yang best untuk diucapkan pas kita perpisahan sama orang lain. "Fii Amanillah" yang artinya "semoga engkau dalam lindungan Allah". Jadi pas kita perpisahan bukan cuma sekedar kata-kata yang formalitas buat diucapin tapi didalemnya juga ada doa dengan dasar keyakinan kalo Allah SWT selalu melindungi hamba-hamba Nya.
Buat yang belum terbiasa pake ucapan "Fii Amanillah", termasuk saya sendiri, ya mungkin pas ke orang nya bisa tetep bilang "Dadaah" atau "Hati-hati di jalan yaaa" tapi terus bisik bisik sendiri atau di dalem hati bilang "Fii Amanillah", kalo tulus ikhlas doain nya insyaAllah sampe mereun ya. Semoga nanti lama-lama bisa terbiasa.
Eh atau simply dengan salam "Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh" yang kita lebih terbiasa untuk ngucapin juga bisaaa, karena artinya "Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahanNya terlimpah kepada kamu/kalian" :)
Terus karena ini juga jadinya baru tau kalo islam ternyata punya pilihan kata yang best untuk diucapkan pas kita perpisahan sama orang lain. "Fii Amanillah" yang artinya "semoga engkau dalam lindungan Allah". Jadi pas kita perpisahan bukan cuma sekedar kata-kata yang formalitas buat diucapin tapi didalemnya juga ada doa dengan dasar keyakinan kalo Allah SWT selalu melindungi hamba-hamba Nya.
Buat yang belum terbiasa pake ucapan "Fii Amanillah", termasuk saya sendiri, ya mungkin pas ke orang nya bisa tetep bilang "Dadaah" atau "Hati-hati di jalan yaaa" tapi terus bisik bisik sendiri atau di dalem hati bilang "Fii Amanillah", kalo tulus ikhlas doain nya insyaAllah sampe mereun ya. Semoga nanti lama-lama bisa terbiasa.
Eh atau simply dengan salam "Assalamualaykum Warahmatullahi Wabarakatuh" yang kita lebih terbiasa untuk ngucapin juga bisaaa, karena artinya "Semoga keselamatan dan rahmat Allah serta keberkahanNya terlimpah kepada kamu/kalian" :)
Bukankah
"Bukankah kita selalu bisa melihat hari yang indah meski di hari terburuk sekalipun ?"
Bagian terfavorit dari buku Pulang-Tere Liye
31 October 2016
First attempt
Tanggal 30 Oktober kemarin adalah acara puncak dari rangkaian acara Dies Natalis FK Unpad yang ke 59. Fun Run adalah salah satu acara yang dilaksanakan di hari itu.
Waktu pertama kali pendaftaran fun run dipublikasi di Grup Angkatan, entah salah baca entah waham tapi ingetnya ada kalimat "Fun Run dengan konsep Colour Run", terus dalam hati "ah kayanya engga ikut deh". Setelah tau beberapa temen deket daftar dan pas banget waktunya kosong (da emang pengangguran yol), di akhir masa pendaftaran jadi tertarik untuk ikut sekalian meramaikan acara Dies Fakultas dan mumpung gratis juga. Selain itu, semenjak suka lari saya jadi penasaraaan banget mau coba ikut event lari yang di jalan kaya 5K, 10K, atau Half-Marathon, siapa tau Fun Run ini bisa jadi batu loncatan.
Waktu pertama kali pendaftaran fun run dipublikasi di Grup Angkatan, entah salah baca entah waham tapi ingetnya ada kalimat "Fun Run dengan konsep Colour Run", terus dalam hati "ah kayanya engga ikut deh". Setelah tau beberapa temen deket daftar dan pas banget waktunya kosong (da emang pengangguran yol), di akhir masa pendaftaran jadi tertarik untuk ikut sekalian meramaikan acara Dies Fakultas dan mumpung gratis juga. Selain itu, semenjak suka lari saya jadi penasaraaan banget mau coba ikut event lari yang di jalan kaya 5K, 10K, atau Half-Marathon, siapa tau Fun Run ini bisa jadi batu loncatan.
Terus waktu ketemu hari-H nya kemarin dan menyelesaikan track nya rasanya gimana ?
Lumayaan berasa sih otot-otot kaki nya kerja keras, sama otot pernafasan juga. Eh sebadan badan deng kan sistem organ berkaitan satu sama lain haha
Selama ini kalo lari sukanya di track lari yang ada di GOR karena merasa lebih steady dan engga ada gangguan kendaraan dsb. Setelah ikut running event yang di jalan kaya Fun Run kemarin ngerasanya way harder sih dan bikin mikir kayanya besok besok sesekali perlu pindah tempat lari ke jalan juga.
Lebih sulit dari segi apanya emang ?
Pertama dari anatomi track nya kalo di jalan raya berubah-ubah. Ada jalan yang datar yang alhamdulillah jadi berasa lari di track lari, ada tanjakan yang astaghfirullah bikin lari jadi lama dan engga mau liat depan, dan ada turunan yang alhamdulillah Allahu Akbar lari nya jadi lebih ringan. Dengan adanya naik turun itu, lari nya jadi engga konstan. Kedua, kalo lari di jalan yang bukan dikhususkan untuk event itu aja atau engga lagi car free day, pasti akan berhadapan dengan kendaraan yang lalu lalang, belum lagi angkot yang kalo kita lari di belakangnya mungkin sampai finish nya akan setahun karena sering berenti. Dan yang terakhir, yhaaa namanya lari di jalan jadi akan melewati banyak tempat seperti Tempat makan, Tempat Pembuangan Sampah, mungkin Pasar, atau tempat-tempat lain yang selain ramai dengan banyak orang kadang menimbulkan bau-bau an yang bikin lari nya jadi engga fokus (alasan).
Kelebihan ikut running event adalah akan ketemu banyak orang yang diantaranya kadang ketemu yang usianya lebih tua/seumuran/lebih muda dari kita, tapi stamina lari nya super cool jadinya memotivasi untuk olahraga lebih sering, dan kelebihan lain adalah bonus dapet medali kalo sampai finish.
Secara keseluruhan seruuu bangeet sih ikut running event, and i'm waiting for the next event. Semoga kedepan akan banyak event lari yang bisa Yoland ikuti baik dari segi tempat, waktu, biaya, dan jarak lari nya. Aamiiin :) Yang sekarang ini juga sebenernya engga first first banget, dulu pas SD pernah ikut porseni lari 5K dan motivasi sampai finish nya sesederhana kebelet pipis.
Yang masih penasaran di lakukan adalah, sebenernya mungkin atau bagus apangga yaa lari konstan tapi sambil ngobrol ? Karena kan lumayan kalo sambil ngobrol sama orang lain yang lari juga jadi bisa punya temen baruu dan fun nya juga mungkin bisa bertambah. Selama ini bisa atur nafas lari sendiri aja udah alhamdulillah. Hmmm
27 October 2016
Hold firmly
This thing keep wandering around in my head and makes me sad since yesterday.
"Please mention one thing that you'll keep hold on to till the end of your life, no matter what"
Dub dub dub ngg ngg, me the unprepared one kept thinking, dug into my brain what could i say to be the answer. Me, the-still-goin-on-to-find-my-true-identity ended up mentioned the non sense things, twice. My friend, the right one beside me then mentioned her answer with confidence.
"Iman and Taqwa"
Without listening to her next explanation why she mention that. Me, had monologue with my self keep saying "Oh my god that is so true" It feels so right yet so wrong in the heart. In one side, i kept asking myself why i couldn't find that word while i'm thinking minutes ago. On the other side, i felt like all the things that i actually wanna said had been represented by my friend's answer. Those two non sense answer of mine even included in "Iman and Taqwa". All the professional behavior that we've been taught in college also included if we really hold on tight to our Iman.
You will respect people around you, doing good deeds, be helpful to others, be grateful for everything, be honest, saying nice things, responsible, reliable, ethical, and so on. All of them is what Allah and Rasulullah told us to do through Al-Qur'an and hadith.
Indeed, i really need to recharge and strengthen my Iman. I was busy thinking and doing duniawi things (which may be not that important) lately, not realizing that the ruhiyyah getting weaker as time goes by.
Bismillahirrahmanirrahim
![]() |
| Source : instagram |
*sorry for the random tenses, poor vocab and all the lacks.
16 October 2016
10 Days Trip Lombok 2016 (Part 2)
Day 3 : 16 September 2016
Taraaa udah hari ke 3 di Lombok. Hari ini rencananya engga pergi jauh kemana-mana soalnya di Keluarga Besar Kerin lagi ada acara aqiqah gitu, aqiqah nya dek Hasyim. Sebenernya Kerin bilang gapapa kalo mau pergi berdua aja, tapi kita sebagai tamu untuk menghormati dan sekaligus melihat budaya di sana memutuskan untuk stay juga. Pagi-pagi banget kita nongki-nongki di rooftop nya Ka Is liat langit pagi ditemani teh hangat enak khas Ka Is dan cemilannya.
Taraaa udah hari ke 3 di Lombok. Hari ini rencananya engga pergi jauh kemana-mana soalnya di Keluarga Besar Kerin lagi ada acara aqiqah gitu, aqiqah nya dek Hasyim. Sebenernya Kerin bilang gapapa kalo mau pergi berdua aja, tapi kita sebagai tamu untuk menghormati dan sekaligus melihat budaya di sana memutuskan untuk stay juga. Pagi-pagi banget kita nongki-nongki di rooftop nya Ka Is liat langit pagi ditemani teh hangat enak khas Ka Is dan cemilannya.
![]() |
| Muka muka |
![]() |
| Introducing Nabil kecil dan Ka Is :) |
Kita juga sempet pergi keluar sebentar naik motor sama Ka Is ke Pasar Mas Bagik dan pulangnya mampir ke Taman Kota Selong.
Balik lagi ke Aqiqah, rangkaian acara aqiqah disini masih asli dan khas. Jadi nanti urutannya ada part ibu-ibu, part bapak-bapak, Reke, dan memecahkan kendi (lupa istilah lombok nya apa). Untuk pemotongan kambing aqiqah nya udah di lakukan hari sebelumnya, untuk kemudian di masak dan dibagikan ke masyarakat sekitar.
Balik lagi ke Aqiqah, rangkaian acara aqiqah disini masih asli dan khas. Jadi nanti urutannya ada part ibu-ibu, part bapak-bapak, Reke, dan memecahkan kendi (lupa istilah lombok nya apa). Untuk pemotongan kambing aqiqah nya udah di lakukan hari sebelumnya, untuk kemudian di masak dan dibagikan ke masyarakat sekitar.
- Part Ibu-Ibu
Di bagian ini, di pagi hari ibu-ibu sekitar banyak dateng gitu kerumah yang di aqiqah dengan membawa semacam baskom dari bahan kaleng di atas kepala nya dan ditutup kain serbet. Setelah nanya Ka Is, sebagian besar mereka dateng ke rumah dengan membawa sembako (paling sering beras) untuk diberikan kepada keluarga yang aqiqah. Nanti pas pulangnya baskom itu kembali terisi oleh makanan masakan aqiqah yang diberikan oleh keluarga yang aqiqah. Kan kalo di jakarta atau mungkin kota lain, yaudah ya aqiqah orang dateng nanti pulangnya bawa berkat/besek/bancakan. Nah di lombok ini bedaaa
- Part Bapak-Bapak
Kalo part bapak-bapak kayanya mirip sama acara aqiqah di kebanyakan tempat. Di awal nanti ada kumpul makan masakan aqiqah bersama. Terus nanti dilanjutkan oleh doa-doa dan anak yang di aqiqah di putarkan keliling untuk didoakan. Kalo disini di potong rambutnya cuma sedikit dulu, katanya dipotong habis nya nanti kalo ubun ubunnya udah menutup.
- Reke
Naah ini nih rangkaian aqiqah yang gapernah saya liat di jakarta. Di reke ini nanti keluarga yang aqiqah (si orang tua) melemparkan uang logam ke sekumpulan orang yang isinya saudara dekat terutama anak kecil (tapi yang dewasa juga banyak). Nanti sekumpulan orang itu berebutan deh ambil uang logam nya. Di acara yang ini, ada doorprize nyaa. Coba apa tebak ? Ayam! hahaha iya ada seekor ayam yang diikat yang di lempar ke audience.
Uang logam nya dilempar setelah audience nya teriak "Reke!!" byaaar kemudian uang dilempar dan semua berebutan. Setelah beberapa kloter berlangsung, uang logam pun habis. Ada yang inisiatif dan iseng mengganti yang dilempar jadi permen atau malah uang kertas. Saya sempat ikut reke ini dan berakhir hanya mendapatkan banyak permen, alhamdulillahberkah ramadhan
- Pecah Kendi
Selain reke, ini juga unik acaranya. Jadi keluarga yang aqiqah menyiapkan kendi berjumlah cukup banyak (kayanya 10 lebih) yang didalamnya berisi air dan banyak uang logam. Kemudian kendi direndam di air (agar lebih lunak) dan diikat menggunakan tali. Nanti kendi tersebut diikat di kayu yang tinggi, dan ada satu orang yang matanya tertutup dan udah diputer terlebih dahulu, harus memecahkan kendi dengan menggunakan tongkat. Rame pisan sih ini nonton nya juga hahaha peserta nya kayanya random diantara saudara atau tetangga dekat. Aku dan Nabil sebagai tamu yang berniat cuma nonton, kena juga disuruh ikutan haha Kerin pun demikian. Dengan habisnya kendi yang disiapkan, maka berakhirlah rangkaian acara Aqiqah disini.
Setelah acara di rumah selesai, baru deh kita enak keluar rumah. Kerin juga sekalian ngajak mau ke toko outdoor untuk persiapan rinjani dan cari optik untuk benerin kacamata Nabilla. Sedikit tentang kacamata Nabilla, jadi pas malemnya secara tidak sengaja kedudukan (terduduki?) oleh Kerin yang lagi main ke kamar kita buat ngobrolin perjalanan, dan kemudian patah.
Akhirnya sore itu diputuskan untuk pergi ke Kota Mataram. Tujuan pertama nya adalah Toko Outdoor. Niat awalnya adalah menemani Kerin yang mau beli buff dan kaos untuk Kak Ghazi. Karena tergoda, jadilah Yolanda dan Nabilla juga belanja haha gapapa kan persiapannya harus baik menuju Rinjani (alibi). Mumpung sudah di Mataram, kita pulangnya mampir ke Restoran Ayam Taliwang yang katanya terkenal enak di Jalan Ade Irma Suryani, namanya Lesehan Taliwang Irama. Mungkin saking banyak peminat dan terkenal ke khas an nya, restoran ini ada 3 di area yang berdekatan. Kata mamanya Kerin yang paling enak yang Irama I, dan kita menurut. Saya dan Nabil pesan Ayam Taliwang Pedas dan Plecing yang ngga kalah terkenal disini untuk dibungkus di bawa pulang karena melihat waktu sudah Maghrib.
Sebelum sampai ke rumah, kita berenti di optik dulu di daerah Mas Bagik untuk urusan kaca mata. Sebenernya Nabilla bisa bisa aja tanpa kacamata, tapi mengingan kita mau ke Rinjani bisi engga keliatan jalan, jadi langsung gercep aja di benerin. Habis itu pulang deh ke rumah.
Sesampainya di rumah kita langsung disuruh makan malem bersama. Tetep disuruh makan meskipun udah bilang kalo kita beli taliwang, memang daebak masalah makan di sini. Kata Kerin, awal dia ke Lombok, sehari bisa ditawarin makan sampe 6 kali sehari hahaha. Alhasil kita tetep makan dengan porsi yang sedikit karena nanti masih harus menghabiskan taliwang dan plecing yang udah di beli. Setelah sampai kamar, sebelum ngantuk menyerang, kita melanjutkan makan taliwang dan plecing dengan sisa tenaga dan space di perut yang ada. Enaaaak ayam taliwang ku suka karena pedassss. Setelahnya cuci tangan, cuci-cuci, beberes, dan tidur dengan harapan berat badan tidak naik signifikan, Aamiin
Sesampainya di rumah kita langsung disuruh makan malem bersama. Tetep disuruh makan meskipun udah bilang kalo kita beli taliwang, memang daebak masalah makan di sini. Kata Kerin, awal dia ke Lombok, sehari bisa ditawarin makan sampe 6 kali sehari hahaha. Alhasil kita tetep makan dengan porsi yang sedikit karena nanti masih harus menghabiskan taliwang dan plecing yang udah di beli. Setelah sampai kamar, sebelum ngantuk menyerang, kita melanjutkan makan taliwang dan plecing dengan sisa tenaga dan space di perut yang ada. Enaaaak ayam taliwang ku suka karena pedassss. Setelahnya cuci tangan, cuci-cuci, beberes, dan tidur dengan harapan berat badan tidak naik signifikan, Aamiin
![]() |
| Makanan penutup |
Subscribe to:
Posts (Atom)
























